Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Macam Cacat Logika (Logical Fallacies)

7 Macam Cacat Logika
Source : www.Fallacyinlogic.com

Ada pepatah yang bilang kalau Laki-Laki diberkahi logika yang lebih baik daripada perempuan sedangkan perempuan diberkahi dengan indera perasa yang juga lebih baik daripada laki laki. Tapi bukan berarti perempuan tak pandai berlogika. Dalam berlogika, etikanya adalah kita mampu berpikir dengan baik, logis dan juga dapat dimengerti oleh khalayak. Walau, kemampuan berpikir logis setiap orang berbeda beda, akan tetapi tentu ada batasan atau biasa disebut sebagai Common Sense yang memang tidak ada secara textbook atau tertulis, tapi seperti sebuah hokum atau norma yang sudah berlaku di masyarakat. Repotnya, terkadang kita berpikir dengan menggunakan logika yang salah.
Logical Fallacies atau biasa disebut sebagai cacat logika adalah kondisi dimana seseorang berpikir dengan cara berpikir yang salah. Ada beberapa macam Logical Fallacies yang sepertinya sudah sering terjadi dan menjadi hal yang lumrah  di negara +62 yang kita cintai ini. Apa saja ?

Argumentum Ad Antiquitaten

Cacat logika yang pertama ini adalah cacat logika yang sering terjadi diantara kita. Cacat logika ini membuat sebuah pendapat yang salah menjadi lumrah dan akhirnya terlahir pembenaran.
Contoh :Download film film dari website bajakan tanpa menontonnya dibioskop

 Argumentum ad Hominem

Argumentum ad Hominem adalah cacat logika dimana orang menyerang orang lain bukan karena landasan ide atau teori yang dikemukakan orang tersebut, melainkan malah menyerang kepribadian atau kondisi fisik orang tersebut.
Contoh :
A : Buang sampah itu harusnya ditempat sampah, bukan di kolong meja
B : Ah pendapat ranking terakhir mah ga perlu kita peduliin.

Appeal to Pity

Cacat logika yang muncul dikarenakan rasa iba atau belas kasihan terhadap suatu objek. Cacat logika ini biasanya memanipulasi perasaan atau emosi seseorang daripada membuat sebuah argument yang baik dan juga logis
Contoh :
: Artis A pake narkoba lho, sekarang kasusnya lagi di selidiki sama pihak yang berwajib
B : Ah masa sih ? dia kan agamis, udah begitu prestasi sebagai aktornya juga banyak, suka menabung, juga rajin berbagi sama orang

Argumentum ad Populum

Cacat logika ini muncul karena kesimpulannya selalu mengacu pada hal yang bersifat popular atau sudah dikenal banyak orang
Contoh : Seorang gamers tidak akan pernah memiliki masa depan yang cerah, Seorang perokok dapat disebut sebagai orang yang jantan karena merokok.

False Equivalence

False Equivalence sendiri adalah cacat logika yang memiliki maksud untuk menyamakan dua hal yang sebenernya berbeda.
Contoh : Pisau daging seharusnya bisa digunakan untuk pisau buah karena sama sama benda tajam

Strawman Fallacy

Sebuah cacat logika yang argumentasinya selalu menempatkan objek lain dalam posisi yang berbahaya, ekstrim atau non-sense daripada fakta yang ada. Biasanya cacat logika ini membuat interpretasi yang salah sehingga menggiring opini khalayak agar dapat menyerang objek tersebut
Contoh :
A : Perempuan itu dianjurkan untuk lebih sering diam dirumah, apalagi jaman sekarang sudah mulai banyak orang orang freak diluar sana. Keselamatan itu penting
B  : Laki laki dan perempuan itu setara, Jaman sekarang Gender Equality itu udah hal yang lumrah. Sebagai feminis, saya tidak suka dikekang, itu seperti memberikan kesan bahwa perempuan selalu ada dibawah laki laki.

Red Herring Fallacy

Cacat logika ini biasanya ditandai dengan pengalihan focus pembicaraan atau perdebatan.
Contoh :
A : Dalam rokok, terdapat ribuan kandungan racun yang siap menyerang tubuh kamu
B : Kalo kita ga ngerokok, siapa yang bakalan beli di warung kelontong atau warung pinggir jalan ?


Posting Komentar untuk "7 Macam Cacat Logika (Logical Fallacies) "