Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Beton Standar China dan Indonesia

Hai Bray,

Seperti yang udah kalian tau, beberapa tahun ini udah banyak proyek yang mulai masuk ke Indonesia terlebih lagi proyek proyek yang tendernya dimenangkan oleh China. Beberapa diantaranya ada Kereta Cepat Jakarta Bandung dan juga Meikarta. Proyek proyek tersebut memiliki standar yang cukup berbeda dengan standar yang udah kita kenal sebelumnya, FC dan juga K. Tapi diartikel kali ini kita akan lebih fokus pada standar yang ditetapkan oleh China. Lalu apa sih yang membedakan beton standar China dan beton standar Indonesia ?

1. Beton China biasanya memiliki workability yang lebih tinggi daripada beton Indonesia
2. Karena workability yang tinggi membuat beton China terlihat lebih bercahaya dan tidak pucat
3. Standar mold untuk pengetesan strength mortar semen pun berbeda.
Standar Nasional Indonesia




Standar China











4. Untuk perhitungan strength test beton juga berbeda. Biasanya SNI terdapat faktor koreksi untuk pengetesan. Misal, untuk 7d dan 28d faktor koreksi yang digunakan berbeda sementara di standar China tidak menggunakan faktor koreksi tersebut.
Faktor koreksinya adalah, untuk sampel berukuran :

  • 10x10x10 = 0.95
  • 15x15x15 = 1
  • 20x20x20 = 1.05
Seperti yang diketahui 
 
Dimana : 
F = Force
A = Luas Area Permukaan
Contoh, Jika kekuatan tekan yang didapatkan adalah sebesar 1000 kN dan dimensi dari sampel adalah 10x10x10 cm. Maka, 
Jangan lupa, dikalikan Faktor Koreksi maka didapatkan Strengthnya sebesar 95 MPa. Cara ini jg berlaku untuk sampel berukuran 15x15x15 dan juga 20x20x20.



Segitu dulu pembahasan tentang bedanya standar China dan standar Indonesia. Kalo misalkan kalian ada masukan, kritik atau saran. Boleh masukin ke komentar yak. 

Stay tune karena bakal ada pembahasan yang jauh lebih menarik lagi kedepannya. Terimakasih !

Posting Komentar untuk "Perbedaan Beton Standar China dan Indonesia"