Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Prinsip Kerja Kereta Rel Listrik (Commuter Line Indonesia)

Hai Bray,

Beberapa bulan belakangan, Ibukota Jakarta kita terkena dampak yang cukup besar akibat dari hujan yang mengguyur kota Jakarta dalam beberapa jam saja. Dampaknya, beberapa moda transportasi menjadi lumpuh sehingga orang yang akan berpergian dari dan ke Jakarta mengalami kerugian baik dari segi waktu maupun materil. Salah satu moda transportasi yang paling terpengaruh dan berpengaruh adalah Kereta Rel Listrik atau yang diketahui juga sebagai Commuter Line Indonesia. Lantas bagaimana prinsip kerja KRL ?

PRINSIP KERJA KRL

Sesuai namanya, KRL bekerja karena ditenagai oleh listrik yang dialirkan melalui pantograf.
Gambar 1. KRL 
Pantograf sendiri memiliki dua tipe, Diamond-shape dan single-arm. yang biasa kita lihat di KRL Indonesia adalah pantograf dengan bentuk diamond-shape. Pantograf sendiri harus kontinyu mendapatkan aliran listrik untuk pengoperasiannya. Prinsipnya, listrik yang dialirkan tadi kemudian akan menuju konverter dan selanjutnya di teruskan ke Motor Traksi.

Mengapa harus ada Konverter ? 

Konverter sendiri berfungsi sebagai pengubah aliran AC menjadi aliran DC ataupun dari tegangan satu fasa menjadi tegangan tiga fasa (begitu juga sebaliknya). Fungsi konverter yang ada pada KRL adalah untuk merubah aliran AC satu fasa dari sumber menjadi DC dan kemudian diubah menjadi AC tiga fasa yang biasa nya digunakan oleh motor traksi. Sampai saat ini, konversi langsung dari satu fasa menjadi tiga fasa masih belum dapat dilakukan. 

Gambar 2. Prinsip kerja motor AC

Penggunaan / Konsumsi Daya 

KRL ringan yang digunakan di Indonesia adalah KRL dengan 10 gerbong (seri-7000), jika diasumsikan menggunakan 24 motor pada 1500 V DC, tiap motor menggunakan arus 165 kW. maka daya yang digunakan adalah sebesar 3.9 MW. 
Jika dipikir, penggunaan daya yang digunakan oleh KRL pun termasuk besar. Tetapi, apabila dibandingkan dengan jumlah orang yang diangkut dengan penggunaan dayanya (efisiensi). Maka KRL termasuk moda transportasi umum yang cukup hemat.

TAMBAHAN

Sekedar informasi tambahan, terkadang kita mungkin bertanya kenapa setiap banjir KRL tidak akan beroperasi ? Berdasarkan hasil rangkuman, ada beberapa kondisi teknis yang menyebabkan KRL tidak di operasikan. Yang pertama adalah adanya concern tentang sistem pengereman dari KRL itu sendiri. Air dikhawatirkan akan merembes pada sistem pengereman dan membuat disfungsi pada sistem pengereman sehingga membuat rem blong sewaktu waktu. Selain itu, banjir juga dapat membuat pergesaran rel karena perubahan kontur tanah yang menjadi dudukan sehingga akan menyebabkan anjloknya rel KRL. 

Posting Komentar untuk "Prinsip Kerja Kereta Rel Listrik (Commuter Line Indonesia)"