Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

HantaVirus, Virus Baru Dari China. Kenali Gejala, Penularan dan Pengobatannya !


Hai Bray,

Ditengah mewabahnya CoVID-19 didunia. Muncul virus "baru" yang ditemukan di negara tirai bambu, China. Virus ini dapat menyebabkan kematian yang lebih cepat daripada CoVID-19 itu sendiri. Lantas apakah virus ini termasuk virus yang berbahaya ? 

Tentang HantaVirus 

Dikutip dari CDC (Centers For Disease Control and Prevention), HantaVirus adalah salah satu virus yang dapat disebarkan oleh hewan pengerat. Dalam banyak kasus yang ditemukan, Virus ini disebarkan oleh tikus melalui urin, tinja dan saliva. Pada beberapa kasus yang lebih sedikit, virus ini dapat disebarkan melalui gigitan yang dilakukan oleh penderita. 
HantaVirus pertama kali muncul ketika wabah Severe Respiratory Illness menjadi wabah utama di 4 negara bagian di Amerika Serikat. Secara Nasional, HantaVirus Pulmonary Syndrome (HPS) menjadi perhatian pada tahun 1995 dan telah di lakukan pelaporan pada Nationally Notifiable Disease Surveillance System (NNDSS). 

Gejala dan Penyebaran HantaVirus 

HantaVirus menyebabkan dua sindrom utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dimana keduanya menunjukkan gejala yang sangat mirip seperti Flu. Virus ini diperkirakan menyebabkan lebih dari 1.5 juta kasus dan bertanggung jawab pada kematian lebih dari 46.000 orang di China pada tahun 1950 hingga 2007. 
Secara umum, HantaVirus disebarkan melalui hewan pengerat. Hingga saat ini, para ahli menyebutkan bahwa penularan HantaVirus hanya bisa melalui hewan pengerat satu ke hewan pengerat lainnya. HantaVirus tidak dapat ditularkan dari hewan pengerat ke manusia secara langsung. Manusia akan terinfeksi virus ini apabila secara tidak sengaja kontak dengan urin, tinja ataupun saliva dari hewan pengerat yang telah terinfeksi virus ini. Dengan begini, dapat disimpulkan bahwa penularan HantaVirus dari manusia ke manusia dapat dipastikan tidak akan terjadi.
Masa Inkubasi HantaVirus sendiri berkisar diantara 2 hingga 8 minggu. Berdasarkan klinis, seseorang yang telah mengidap HFRS akan mengalami 5 fase, yaitu : . 
  1. Fase Febris, biasanya berlangsung sekitar 3-6 hari. Gejala dari fase ini adalah demam yang sangat tinggi hingga mencapai lebih dari 39 derajat celcius
  2. Fase hipotensi, berlangsung sekitar 1-2 hari
  3. Fase Oliguria (sedikit buang air kecil), berlangsung sekitar 3-5 hari dan biasanya ini merupakan fase yang paling kritis. 
  4. Fase Diuretik (sering buang air kecil)
  5. Fase Convalescence. 

Bagaimana Tentang Vaksinnya ? 

Vaksin HantaVirus pertama kali dikembangkan pada tahun 1990 dan awalnya dimaksudkan untuk melawan Hantaan River Virus. Vaksin yang dikembangkan ini mampu menekan angka kasus yang disebabkan oleh HFRS hingga menjadi dibawah 20.000 pada tahun 2007 di China. 

Lalu, bagaimana dengan Indonesia ? Indonesia yang sedang mengalami pandemik CoVID-19 tentu memiliki resiko untuk terkena HantaVirus tergantung dari bagaimana pola hidup kita sendiri. Seperti yang sudah diketahui bahwa penularan HantaVirus hanya terjadi jika Manusia kontak langsung dengan ekskresi dari hewan pengerat. Maka dari itu, menjaga kebersihan diri dan penggunaan alat pelindung diri yang sesuai sudah cukup untuk menjadi salah satu cara untuk mencegah HantaVirus.

Stay Safe and Stay Healthy teman teman. Jangan lupa untuk selalu menggunakan masker dan menjaga kebersihan diri kamu dan keluargamu di tengah pandemik yang terjadi di Indonesia. Saya, Kamu, Kita tahu bahwa Indonesia bisa dan Indonesia mampu. Jayalah Negeriku Indonesiaku Tercinta !

Posting Komentar untuk "HantaVirus, Virus Baru Dari China. Kenali Gejala, Penularan dan Pengobatannya !"