Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perkembangan Fintech di Indonesia

Hai Bray,
FinTech

Dalam beberapa dekade terakhir, Financial Technology atau biasa dikenal sebagai FinTech telah mengalami perkembangan yang signifikan dari tahun ketahun. Perkembangan FinTech tidak terlepas dari kegiatan masyarakat yang memberikan demand agar masyarakat mampu melakukan segala hal dalam cara dan waktu yang sederhana dan singkat. Demand ini kemudian harus diiringi dengan supply yang memandai sesuai dengan ekonomi. Maka dari itu lahirlah berbagai macam aplikasi aplikasi mobile yang memudahkan masyarakat untuk bertransaksi, ditambah pula dengan muncul nya bonus, diskon dan juga promo semakin mendorong aplikasi aplikasi ini untuk terus maju dan berkembang. Tapi tahukah kamu sejarah dari FinTech itu sendiri ?

FinTech 1.0 

FinTech 1.0 banyak disebut sebagai cikal bakal dari sistem pertukaran barang. Jika ditelusuri lebih lanjut, Dikutip dari Wikipedia, Sistem pertukaran barang atau yang dikenal dengan sistem barter ditemukan 6000 SM dan pertama kali dibawa oleh suku Mesopotamia. Sistem ini kemudian dibawa oleh orang orang Fenisia untuk melakukan pertukaran barang kepada orang orang yang ada dikota lain. Dengan seiring perkembangan zaman, sistem barter dianggap memiliki kelemahan dikarenakan ketidaktahuan nilai suatu barang. Dalam artian, kita tidak tahu apakah barang A ketika ditukar dengan barang B memiliki nilai yang serupa ataukah tidak. Maka dari itu, munculah sistem uang komoditas yang hingga sekarang masih dipakai. 
Sistem penukaran barang-uang adalah suatu sistem yang dianut dimana suatu barang dinilai berdasarkan kualitasnya. Dengan begini, diharapkan kelemahan dari sistem barter dapat teratasi. Pada sejarahnya, sistem ini pertama kali ditemukan pada tahun 1200 SM dan menggunakan uang tradisional seperti cangkang kerang ataupun moluska.

FinTech 2.0 

Pada tahun 1858, seorang pebisnis bernama Cyrus West Field meletakkan Kabel Telegraf Tansatlantik. Kabel ini adalah kabel yang membentang dibawah Samudra Atlantik. Dengan usaha usaha yang dilakukan, pada tahun 1866 kabel ini terbukti berhasil dioperasikan. Ini adalah cikal bakal dari keberhasilan untuk transaksi antar Bank diseluruh dunia hingga akhirnya dapat mempermudah kita hingga sekarang ini.

FinTech 3.0 

FinTech 3.0 ini baru dikenal ketika teknologi server ditemukan pada tahun sekitar 1960. Dengan adanya teknologi server, memungkinkan untuk menggantikan uang secara fisik menjadi virtual atau biasa dikenal dengan Kartu Kredit. Pada tahun 1999 muncul Ekonomi Internet dimana transaksi secara online diseluruh dunia memungkinkan. Mulanya, transaksi online yang paling dikenal adalah melalui eBay. eBay adalah suatu website dimana merchant dan consumer dapat melakukan transaksi jual beli. Yup, mereka merupakan nenek moyang dari aplikasi aplikasi Online Shop yang kita kenal sekarang ini seperti Bukalapak, Tokopedia ataupun Shopee. 
Merchant dan Consumer ini dihubungkan melalui satu pihak atau third party yang disebut sebagai PayPal. Hadirnya PayPal dapat memberikan solusi akan ribetnya transaksi online pada saat itu. 

FinTech 4.0 

Dengan muncul nya teknologi server dan juga maraknya website, munculah suatu ide atau gagasan dimana seluruh transaksi financial dapat dilakukan di mobile. Inilah yang pada akhirnya mendorong terlahirnya Financial Technology 4.0.
FinTech 4.0 memungkinkan para pengguna untuk bertransaksi secara virtual dengan mudah dan aman. Transaksi ini kemudian didukung dengan banyaknya aplikasi yang secara sengaja dibuat untuk makin mempermudah para pengguna. Sebut saja Gopay, Shopee Pay, Dana, Ovo dan masih banyak lagi. Dengan hadirnya aplikasi aplikasi ini, diharapkan mampu memberikan berbagai benefit ataupun keuntungan baik bagi pengguna ataupun pembuat aplikasi tersebut, seperti, mengurangi resiko kehilangan uang fisik, menabung dengan mudah dan aman karena tanpa adanya potongan biaya admin, berbagai macam bonus dan promo yang menarik.

Well, setiap perkembangan teknologi pasti disertai dengan berbagai macam resiko baik ataupun buruk tergantung bagaimana cara kita menggunakannya. Suka atau tidak, FinTech akan terus berkembang mengikuti demands dari komunitas disekitarnya. Dan kita, harus mampu dan siap mengikutinya. 

Posting Komentar untuk "Perkembangan Fintech di Indonesia "