Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

11 Aturan Jurnalistik Yang Kian Dilupakan

Kode Etik Jurnalistik

11 Aturan Jurnalistik Yang Kian Dilupakan - Seiring dengan berkembangnya teknologi, tidak bisa dipungkiri bahwa proses dalam menyebarkan dan mengumpulkan informasi mengalami perubahan yang signifikan

Informasi yang dulu sulit dihimpun dan dicari kini dapat dengan mudah ditemukan dalam satu genggaman dan tempat yang disebut sebagai internet. 

Dengan internet, anda dapat menemukan apapun baik lokasi, barang, nama atau bahkan profil seseorang lengkap dengan background serta minat atau bakat sekalipun. Informasi ini dapat ditemukan di berbagai media sosial, blog atau situs. 

Perkembangan dalam mengumpulkan informasi ini memberikan beberapa dampak baik positif maupun negatif tergantung dari bagaimana anda mengelola informasi tersebut. Ada beberapa tips atau siasat yang anda dapat lakukan dalam memilih atau memilah serta mengelola informasi yang anda terima agar informasi tersebut lebih banyak memberikan hal positif daripada negatif. 

Berikut adalah tips dalam memilih dan memilih informasi yang anda terima : 

1. Pemilihan portal berita yang benar

Portal berita merupakan salah satu bagian terbesar dalam penyebaran informasi. Tanpa disadari, portal berita dapat membentuk mindset serta dapat membentuk opini terhadap suatu masalah. Oleh karena itu, pemilihan portal berita menjadi hal krusial dalam pengelolaan informasi.  

Dalam memilih portal berita, alangkah baiknya memilih portal berita yang sudah kredibel serta terpercaya khalayak banyak. Biasanya portal berita yang baik adalah portal berita yang independen serta tidak memihak. Ini mengikuti kaidah kode etik jurnalistik yang sudah diatur dalam undang undang.

2. Lakukan Crosscheck terlebih dahulu

Tips yang kedua adalah dengan melakukan crosscheck terhadap informasi yang anda terima. Crosscheck dapat dilakukan dengan langsung melakukan konfirmasi kepada pihak yang terkait atau terlibat. Jika hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Anda dapat melakukan crosscheck dengan cara melakukan riset di banyak media sosial ataupun portal berita yang lainnya. 

Dengan melakukan crosscheck, anda sudah berpartisipasi dalam memerangi hoax atau informasi yang tidak benar adanya. 

3. Membaca jurnal / Melakukan tukar pikiran dengan orang yang ahli pada bidangnya 

Membaca buku atau jurnal juga menjadi salah satu cara mencari kebenaran dalam mengolah suatu informasi. Seperti contoh Covid-19. Dengan membaca jurnal atau bertukar pikiran dengan ahli maka informasi yang didapatkan menjadi lebih akurat karena sudah teruji secara ilmiah. 

Aturan Jurnalistik Yang Kian Dilupakan

Keberagaman informasi yang ada di sosial media ataupun portal berita sering kali menimbulkan perdebatan yang tidak berujung. Ditambah dengan rendahnya minat baca membuat penyebaran informasi yang cepat dan tepat serta akurat kian sulit dilakukan. Contoh mudahnya, banyaknya berita atau informasi hoax yang tersebar di grup keluarga. 

Penyebaran informasi ini tidak dibarengi dengan riset yang mumpuni tentang keakuratan informasi tersebut hingga menyebabkan adu pendapat yang dapat berujung pada perpecahan

Ironisnya, informasi hoax ini sering di tulis dan di publish di portal berita yang cukup dikenali masyarakat akan kredibilitasnya yang baik sebagai portal berita. Hal ini tentu mencoreng aturan jurnalistik yang ada.

Aturan jurnalistik ini sudah seharusnya menjadi acuan utama wartawan dalam mengumpulkan informasi dan menyebarkannya. Lantas bagaimana aturan jurnalistik dan sikap wartawan yang seharusnya dalam mengolah informasi serta melakukan penyebaran informasi tersebut ? Berikut adalah 11 aturan jurnalistik atau biasa dikenal sebagai kode etik jurnalistik

1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beritikad buruk

2. Wartawan Indonesia menempuh cara cara yang profesional dalam melakukan tugas jurnalistik

3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah

4. Wartawan Indonesia tidak membuat berita, bohong, fitnah, sadis dan cabul

5. Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan

6. Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap. 

7. Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang dan "off the record" sesuai dengan kesepakatan

8. Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

9. Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik

10. Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

11. Wartawan Indonesia melayani hak awab dan hak koreksi secara proporsional 

Aturan jurnalistik yang sudah disebutkan diatas sudah seharusnya menjadi landasan utama dalam menulis artikel atau berita. Ironisnya, masih ada banyak portal berita yang melupakan aturan jurnalistik sehingga membuat artikel atau berita yang isi dan judulnya tidak sesuai sehingga menimbulkan fitnah serta adu domba. 

Posting Komentar untuk "11 Aturan Jurnalistik Yang Kian Dilupakan"